Berikut Ulasan Penjelasan Lengkap pengertian beras organik yang Banyak Dijual di Pasaran. Dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, nasi menjadi salah satu makanan pokok yang umumnya digunakan sebagai sumber tenaga untuk melakukan berbagai aktivitas dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi masyarakat Indonesia sendiri, makan tanpa menggunakan nasi rasanya seperti belum makan. Berbicara soal nasi, Anda tentu sering kali melihat berbagai jenis beras orang yang sekarang ini banyak dijual di pasaran bukan?

Bahkan, banyaknya peluang usaha beras organik ini semakin menambah peredaran beras organik di Indonesia yang semakin luas di berbagai wilayah.

Lantas, tahukah Anda mengenai apa yang dimaksud dengan beras organik itu sendiri dan perbedaannya dengan jenis beras biasa yang lainnya?

Beras merah organik wellfarm

Pengertian beras organik

Secara umum, beras organik adalah beras yang dihasilkan dengan berbagai tahapan budidaya organik (proses alami) tanpa menggunakan pupuk dan pestisida dalam menghalau hama serangga.

Sementara itu, untuk pupuk yang digunakan dalam beras organik adalah menggunakan pupuk kompos yang berasal dari kotoran hewan atau berbagai sisa makanan yang sebelumnya sudah dilarutkan terlebih dahulu ke dalam tanah.

Jika dilihat dari segi kesehatan, beras organik ini dikatakan lebih sehat dan aman untuk dikonsumsi semua kalangan.

Yakni mulai dari anak-anak, dewasa hingga orang tua. Bahkan, Anda juga bisa untuk membeli beras merah organik dan beras menthik susu yang kini banyak dijual di berbagai tempat.

Apa saja perbedaannya dengan beras non organik

Meskipun sama-sama berfungsi sebagai sumber kebutuhan pokok dalam kehidupan sehari – hari, baik beras organik dan beras biasa nyatanya memiliki beberapa perbedaan yang signifikan.

Perbedaan antara beras organik dan beras biasa, di antaranya sebagai berikut ini :

  • Pemberian pupuk

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, pupuk yang diberikan pada beras organik adalah menggunakan pupuk kompos maupun pupuk hijau yang bersifat alami tanpa adanya bahan kimia.

Sementara untuk beras biasa, menggunakan pupuk dan pembasmi hama berbahan kimia (non organik).

  • Pemberian air dalam sistem pengairan

Berbeda dengan beras biasa yang menggunakan air berbahan kimia sintetis, air pada beras organik justru menggunakan sistem pengairan yang jernih.

Bahkan, air yang digunakan pada penanaman beras organik ini tidak tercampur sama sekali dengan bahan kimia sintetis.

  • Teknik dalam mengendalikan hama tanaman

Dalam mengendalikan hama tanaman, beras organik biasanya menggunakan pestisida yang bersifat alami.

Seperti misalnya pestisida yang dihasilkan dari daun dan buah – buahan yang sebelumnya telah difermentasi secara alami.

Sementara untuk beras biasa atau non organik, lebih sering menggunakan pestisida berbahan kimia untuk membasmi hama tanaman.

Dari kedua jenis pembasmi hama yang digunakan, tentu saja beras organik lebih menyehatkan untuk dikonsumsi dibandingkan dengan beras yang menggunakan pestisida kimia bukan?

  • Tahapan dalam pemanenan dan pengolahan beras

Pada tahapan pemanenan dan pengolahan beras, beli beras organik yang dihasilkan dilakukan secara alami tanpa menggunakan bahan – bahan pengawet kimia sintetis.

Hal ini jelas jauh berbeda seperti yang digunakan pada beras non organik.