Ulasan lengkap mengenai Makanan dan Minuman Yang Tepat Untuk Penderita Diabetes ini penting untuk para penderita diabetes. Karena konten ini berisi tentang diabetes, penyebab naiknya gula darah, ciri-ciri gula darah naik, cara menurunkan gula darah, serta makanan dan minuman yang tepat untuk diabetesi.

Semuanya diulas secara lengkap dari sumber-sumber terpercaya, dan buku kesehatan, serta hasil penelitian ilmiah dari lembaga kesehatan yang diakui.

diabetes
Tentang diabetes, ilustrasi by Wikipedia

Wellfarm – Yogyakarta. Kondisi penderita diabetes akan memburuk jika tidak diatasi dengan baik. Diabetesi perlu mengonsumsi makanan yang tepat. Vitamin, mineral, dan nutrisi yang terkandung dalam beberapa jenis makanan bisa membantu tubuh mengontrol banyak hal.

Mulai dari jumlah gula darah, tekanan darah, dan jumlah kolesterol. Bahkan, dengan rutin mengonsumsi beberapa jenis makanan, berat badan tubuh Anda dan risiko penyakit lain bisa berkurang sehingga kondisi tubuh menjadi lebih baik.

Selain mengonsumsi beberapa jenis makanan baik, Anda pun perlu membatasi jenis makanan tertentu yang kurang baik untuk kesehatan terutama para penderita diabetes dan mereka yang beresiko diabetes.

Contoh, ketimbang melahap makanan dengan kandungan garam dan gula berlebih. lebih baik memperbanyak konsumsi sayur, buah, dan memilih makanan berkarbohidrat yang tepat.

Beras Diabetes Organik
Beras Diabetes Organik

Konsumsi makanan dengan indeks glikemik rendah

beras ig Glycemic rendahMemilih makanan dengan indeks glikemik rendah wajib dipraktikkan diabetesi. Bagi penderita diabetes, penting untuk mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik rendah. Sebab makanan tersebut dapat membantu mengendalikan gula darah. Makanan dengan IG rendah dapat membantu tubuh mengkontrol kadar gula darah.

Pola makan rendah glikemik ini juga bisa diterapkan oleh siapa pun dengan cara sederhana. Indeks glikemik rendah adalah angka yang menunjukkan rendahnya kecepatan unsur karbohidrat dalam makanan untuk diubah menjadi glukosa sebagai energi.

Angka GI juga memengaruhi seberapa cepat tubuh memproduksi insulin. Semakin rendah nilai GI suatu makanan, maka akan semakin kecil pengaruhnya pada peningkatan insulin dan gula darah.

Itu sebabnya kenapa orang-orang yang memiliki diabetes sangat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan dengan GI rendah.

Mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik rendah akan membantu mengendalikan gula darah. Karena makanan tersebut lebih lambat dalam meningkatkan gula darah dibanding dengan makanan berindeks glikemik tinggi.

Makanan hanya diberi nilai indeks glikemik jika mengandung karbohidrat. Ketika Anda mengonsumsi jenis karbohidrat apa pun, sistem pencernaan akan memecahnya menjadi gula sederhana yang memasuki aliran darah.

makanan tepat untuk diabetes

Tidak semua karbohidrat memiliki efek yang sama

Anda diharuskan memilih makanan dengan indeks glikemik yang kurang dari 55. Salah satu sumber karbihidrat dengan indeks glikemik rendah dibawah 55 yang bisa anda pilih adalah Beras Diabet dari Wellfarm.

Beras Diabet merupakan salah satu sumber karbohidrat sehat. Sebagai orang Indonesia Ana tentunya menjadi kebutuhan konsumsi harian yang sering dikonsumsi. Ketimbang makan nasi dari beras biasa yang dikenal memiliki Indeks Glikemik tinggi di atas 70 dan sudah tentu berbahaya untuk gula darah Anda.

Mulai sekarang cobalah untuk mengganti konsumsi beras anda dengan beras dengan indeks glikemik rendah dibawah 55 dari Wellfarm, Beras Diabet. Apalagi produk ini merupakan 100% beras organik tersertifikasi, alami, tanpa zat kimia, dan diproses tanpa poles tanpa pemanis, pemutih, perasa dan pewarna buatan yang laim digunakan dalam proses beras biasa.

Beras Diabetes organik ini cocok untuk Anda yang mempunyai diabetes tahap awal, keturunan penderita diabetes, atau bagi yang ingin menjaga makan untuk mencegah diabetes di kemudian hari. Membantu menjaga gula darah Anda tetap stabil dan Anda tetap bisa mengonsumsi nasi yang pulen.

Cobalah mengganti makanan indeks glikemik tinggi dengan yang rendah sebanyak mungkin. Makanan indeks glikemik tinggi memiliki nilai sebesar 70 (seperti beras biasa) yang dapat dengan cepat meningkatkan gula darah.

Studi menunjukkan bahwa diet rendah glikemik juga dapat menurunan berat badan, mengurangi kadar gula darah, serta menurunkan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe-2.

beras diabetes organikPesan Kesehatan: Konsumsi gula lebih dari 50 gr, garam lebih dari 2000mg, atau lemak total lebi dari 67 gr per orang per hari dapat meningkatkan risiko terkena hipertensi, stroke, diabetes dan serangan jantung (buku saku Batasi Konsumsi Garam Gula Lemak, 2015).

Minuman Yang Baik Untuk Diabetesi

Tak hanya makanan, penderita diabetes juga perlu memilah minuman dengan baik. Penderita diabetes dianjurkan untuk minum minuman nol kalori atau rendah kalori. Alasan utamanya tidak lain adalah untuk mencegah lonjakan gula darah.

Memilih minuman yang tepat dapat membantu penderita diabetes untuk: Menghindari efek samping yang tidak menyenangkan, Mengelola gejala diabetes, Menjaga berat badan yang sehat.

  1. Minum air putih : Melansir Health Line, minum cukup air dapat membantu tubuh menghilangkan kelebihan glukosa melalui urine. Institute of Medicine merekomendasikan pria minum sekitar 13 gelas (3,08 liter) air putih sehari dan wanita minum sekitar 9 gelas (2,13 liter) air putih sehari.
  2. teh Hijau : Beberapa penelitian bahkan telah menunjukkan bahwa minum hingga 6 cangkir (1,42 liter) teh hijau sehari dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2. Tapi, diperlukan lebih banyak penelitian lagi untuk memastikan manfaat ini.
  3. Susu rendah lemak, Keempat : jus sayu, dan terakhir : minum kopi.

Sebuah studi pada 2012 menemukan bahwa minum kopi dapat membantu menurunkan risiko terkena diabetes tipe 2. Peneliti menemukan bahwa tingkat risikonya turun bahkan lebih rendah pada orang yang minum 2 hingga 3 cangkir per hari. Ini juga berlaku untuk orang yang minum 4 cangkir atau lebih per hari. Khasiat ini berlaku pada kopi berkafein maupun tanpa kafein.

Sebelum melanjutkan tentang topik Makanan dan Minuman Yang Tepat Untuk Penderita Diabetes ini, berikut kami sajikan ulasan singkat tentang apa sih yang dimaksud dengan Diabetes Melitus yang menjadi momok kesehatan tidak hanya bagi masyarakat di Indonesia tapi juga di dunia.

Mengenal Penyakit Diabetes Melitus

Anda penderita diabetes melitus? Ini sederet bahan alami yang bermanfaat untuk mengobati diabetes melitus. Diabetes melitus atau yang lebih dikenal sebagai kencing manis, bukanlah penyakit yang asing untuk sebagian masyarakat tanah air.

Sebab, diabetes melitus merupakan salah satu jenis penyakit yang umum diderita oleh masyarakat.

Mengutip dari buku berjudul Care Your Self: Diabetes Melitus, seseorang dikatakan menderita penyakit diabetes melitus bila kadar gula dalam darah lebih besar dari 200mg/dl. Penyakit diabetes melitus disebabkan kurang aktifnya produksi hormon insulin dari sel kelenjar langerhans pada organ pankreas.

Kondisi tersebut terjadi karea menyusutnya jumlah sel penghasil hormon insulin. Namun ada pula seseorang yang menderita diabetes melitus meskipun jumlah sel hormon insulin cukup. Hal ini disebabkan insulin tidak efisien dan tubuh tidak mampu mengoksidasi glukosa menjadi energi.

Diabetes Melitus disebabkan oleh banyak faktor yakni, keturunan, penggunaan obat-obatan tertentu, pola hidup tidak sehat, dan obesitas.Penyakit diabetes melitus harus segera ditangani. Bila tidak, penyakit ini akan menggerogoti tubuh penderitanya.

Jika Penjelasan di atas dirasa kurang, silahkan tonton video penjelasan tentang diabetes melitus berikut ini.


Cara Menurunkan kadar gula darah bagi penderita diabetes melitus

Pertama, penderita bisa melakukan olahraga secara rutin.

Kedua, penderita harus mengonsumsi makanan yang tidak memicu naiknya gula darah. Ketiga, penderita bisa mengonsumsi obat resep dokter.

Bila tidak ingin mengonsumsi obat kimia, penderita diabetes melitus bisa minum obat herbal.

Gula darah naik tidak hanya dipicu oleh makanan dan minuman manis, Melansir Medical News, lonjakan gula darah bisa menyebabkan komplikasi diabetes seperti kerusakan saraf, kehilangan penglihatan, kerusakan ginjal, dan peningkatan risiko penyakit kardio vaskular.

Untuk menghindari risiko tersebut, penderita diabetes harus menjaga kadar gula dalam tubuh sebaik mungkin. Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan lonjakan gula darah.minuman-yang-aman-untuk-penderita-diabetes

Berikut faktor-faktor Penyebab Naiknya Gula darah

  1. Pola makan

Makanan tinggi gula atau karbohidrat berpotensi meningkatkan kadar gula dalam darah. Pasalnya, makanan kaya gula dan karbohidrat mengandung glikemik tinggi yang bisa berpengaruh pada kadar gula dalam tubuh.

Itu sebabnya, mereka yang mengalami diabetes harus menghindari makanan yang mengandung glikemik tinggi.

  1. Kurang aktivitas fisik

Gaya hidup pasif juga berisiko membuat gula darah melonjak tinggi. Pasalnya, aktivitas fisik bisa mempengaruhi sensitivitas insulin hingga 48 jam yang bisa membuat gula darah seimbang.  Agar gula darah seimbang, penderita diabetes bisa melakukan olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang.

  1. Merokok

Merokok juga berpotensi membuat gula darah melonjak. Selain itu, merokok juga bisa membuat tubuh menjadi resisten terhadap insulin. Tentunya, ini bisa menyebabkan gula darah semakin tak terkontrol yang bisa berdampak serius bagi penderita diabetes.

  1. Stres

Stres juga bisa menyebabkan produksi kortisol meningkat. Hal ini bisa meningkatkan glukosa dan mengurangi efektivitas insulin. Akibatnya, kadar gula dalam tubuh meningkat. Untuk menghindari hal ini, kita bisa melakukan manajemen stres dengan melakukan latihan yoga atau meditasi.

  1. Kurang tidur

Riset dari Boston University School of Medicine membuktikan, orang yang tidur kurang dari enam jam semalam rentan mengalami komplikasi gula darah.

Pasalnya, kurang tidur bisa memicu stres kronis yang turut meningkatkan gula darah dan membuat tubuh rentan mengalami resistensi insulin.(Ariska Puspita Anggraini).

Ciri Ciri Gula Darah Naik

ciri-ciri-gula-darah-tinggi
Ilustrasi diabetes. Shutterstock/donskarpo

Dilansir dari Web MD, jika gula darah naik dibiarkan tanpa penanganan, kadar gula darah tinggi atau hiperglikemia bisa berakibat merusak saraf, pembuluh darah, dan organ vital.

Melansir Self, berikut beberapa ciri-ciri gula darah naik yang perlu diwaspadai:

  1. Kelelahan

Merasa lelah adalah awal ciri-ciri gula darah naik. Tak hanya pada penderita diabetes, orang dalam kondisi gula darah normal juga bisa merasa kelalahan saat gula darahnya melonjak.

Salah satunya setelah makan karbohidrat sederhana dalam jumlah besar. Misalkan minuman yang sangat manis. Apabila Anda kerap mengantuk setelah makan karbohidrat atau minum manis, coba lakukan pemeriksaan kesehatan.

  1. Sering kencing

Ketika terlalu banyak gula dalam darah, ginjal secara otomatis akan mengeluarkan lebih banyak gula dengan cara membuangnya lewat kencing. Kondisi tersebut membuat orang yang gula darahnya naik jadi lebih sering kencing.

  1. Rasa haus meningkat

Setelah tubuh kehilangan banyak cairan karena sering kencing saat gula darah naik, imbasnya seseorang jadi merasa sering haus. Semakin sering seseorang buang air kecil, rasa haus yang dirasakan juga semakin sering.

  1. Sakit kepala

Saat tubuh kehilangan banyak cairan karena sering kencing, gejala lain yang kerap muncul adalah sakit kepala. Memang, sakit kepala bisa jadi tanda penyakit atau masalah kesehatan lain. Namun, di banyak kondisi termasuk saat gula darah naik, dehidrasi bisa memicu sakit kepala.

  1. Pandangan kabur

Beberapa bagian tubuh yang tidak terduga bisa terdampak gula darah tinggi, salah satunya mata. Kelebihan gula darah bersama dengan air bisa terperangkap di lensa di tengah mata, sehingga pandangan jadi kabur.

Berbeda dengan kondisi pandangan kabur pada penderita diabetes yang biasanya terjadi dalam jangka panjang, masalah penglihatan pada orang yang gula darahnya naik umumnya hanya sementara. Jika Anda kerap mengalami beberapa ciri-ciri gula darah naik tersebut, segera konsultasi ke dokter.

Demikian Ulasan dari team Wellfarm tentang Diabtes, Makanan dan Minuman Yang Tepat Untuk Penderita Diabetes, kemudian juga ada ciri-ciri gula darah naik, yang mana hal tersebut penting untuk para penderita diabetes.

Sumber Artikel Kesehatan ini :

  1. Direktorat pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular. Direktorat jenderal pencegahan dan pengendalian penyakit.
  2. SehatQ
  3. Magaji, V., & Johnston, J. (2011). Inpatient Management of Hyperglycemia and Diabetes. Clinical Diabetes, 29(1), 3-9.
  4. Mouri, M., & Badireddy, M. (2020). Hyperglycemia. Statpearls Publishing. Retrieved from
  5. American Diabetes Association. (2020). Hyperglycemia (High Blood Glucose). Retrieved 26 August 2020
  6. Mayo Clinic. (2020). Hyperglycemia in diabetes – Symptoms and causes. Retrieved 26 August 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hyperglycemia/symptoms-causes/syc-20373631
  7. Mayo Clinic. (2020). Hyperglycemia in diabetes – Diagnosis and treatment – Retrieved 26 August 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hyperglycemia/diagnosis-treatment/drc-20373635
  8. U.S. National Library of Medicine. (2020). Metformin. Retrieved 26 August 2020, from https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a696005.html
  9. Hello Sehat
  10. Medicalnewstoday
  11. Health Line